Senin, 15 Agustus 2022

Breaking News

  • Kapolda Riau Irjen Iqbal : Literasi Digital Menghindarkan Penyimpangan Norma dan Hukum Dalam Bermedia Digital   ●   
  • Kapolda Riau Irjen Iqbal Pada Seminar GMKI : Jaga Persatuan Dan Kesatuan Ditengah Keberagaman   ●   
  • Berbagi Di Jumat Barokah, Jajaran Polsek Siak Hulu Tulus Dalam Menjalani   ●   
  • Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Bersama Imigrasi Gelar Upacara dan Tabur Bunga   ●   
  • Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham Radikalisme   ●   
DPRD Sayangkan Diskes dan Disdik Tetap Jadikan Vaksinasi Sebagai Syarat PTM
Rabu 02 Maret 2022, 14:41 WIB

PEKANBARU – DPRD Kota Pekanbaru menyayangkan sikap dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru yang tetap dengan kebijakan bahwa siswa yang belum divaksin tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Namun satu sisi yang juga disayangkan sikap dari Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi pendidikan, hingga kini Komisi III juga belum melakukan pemanggilan terhadap Disdik dan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru.

Zulkarnain anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru kembali mengatakan Komisi III akan melayangkan undangan untuk Disdik dan Diskes Pekanbaru.

"Kami (Komisi III) ingin menanyakan sekaligus mencari solusi ataupun kebijakan lain terkait vaksin yang menjadi syarat wajib PTM. Kita juga belum dengar langsung kejelasan Dinas Pendidikan soal kebijakan ini seperti apa," katanya, Rabu (2/3/2022).

Lanjut politisi PPP ini tujuan Komisi III DPRD memanggil Disdik dan Diskes Kota Pekanbaru secara bersamaan ini nantinya untuk menyatukan persepsi mengenai vaksinasi anak 6-11 tahun yang menjadi syarat wajib mengikuti PTM.

"Keluhan yang banyak kami terima anak yang belum vaksin tidak boleh sekolah tatap muka, kan tidak begitu juga. Nah, kalau gurunya sendiri yang belum vaksin gimana? Inikan patut dipertanyakan juga, makanya kita ingin panggil Disdik untuk memberikan penjelasan seperti apa," bebernya.

Dia berharap pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini dapat dilakukan secara persuasif dengan memanfaatkan sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak dan juga para wali murid.

"Jangan yang lagi sakit divaksin, itu tidak boleh. Kita melihat ada trauma tersendiri yang dirasakan oleh orang tua melihat isu-isu yang beredar terutama di media sosial terkait dampak vaksin bagi anak. Ini yang perlu diluruskan dan diberikan edukasi kepada masyarakat," tutupnya.(grc)




Editor :
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by merdeka24.com
Scroll to top