Sabtu, 4 Februari 2023

Breaking News

  • Pj. Wako Muflihun Resmikan Layanan Doctor on Call, Beri Nama Program Kurma Manis   ●   
  • Dua Personel Satpam Berprestasi PT Jaya Wira Manggala Pekanbaru Terima Penghargaan dari Kapolda Riau   ●   
  • Pisah Sambut Ketua DWP Bapenda Pekanbaru, Alex Kurniawan Ajak DWP Ambil Peran Strategis Optimalkan   ●   
  • Kinerja PJ Walikota Muflihun Dipuji Banyak Pihak, Tokoh Pemuda: Harus Dilanjutkan   ●   
  • Kepala Bapenda Pekanbaru Alex Kurniawan Hadiri Undangan “Coffe Morning” bersama PHRI   ●   
Baru Keluar Penjara, Pasutri di Pekanbaru Kembali Ditangkap Gara-gara Curanmor
Senin 28 Februari 2022, 13:20 WIB

PEKANBARU - Baru keluar dari penjara pada Desember 2021 lalu, pasangan suami istri (Pasutri) di Pekanbaru malah kembali berakhir di penjara setelah ketahuan melakukan pencurian sepeda motor (curanmor).

Kapolsek Senapelan Kompol Arry Prasetyo mengatakan, mereka beraksi di Jalan Pemudi pada Jumat (25/2/2022). Saat itu perempuan berinisial SS (40) bersama suaminya inisial K berusaha melakukan pencurian sepeda motor, namun aksinya diketahui oleh korban.

"Setelah aksinya diketahui, pelaku SS bersama suaminya K melarikan diri. Penangkapan pelaku SS berawal dari pengembangan terhadap suaminya K (tahanan) yang berhasil diamankan dengan perkara lain," ujar Arry, Senin (28/2/2022).

Kata Arry, awalnya pihaknya berhasil mengamankan pelaku K (tahanan) dengan perkaran pencurian dengan pemberatan (Curanmor) yang tidak melibatkan istrinya.

Setelah dilakukan pengembangan pelaku K (ditahan dalam perkara lain) mengakui pernah melakukan aksi tersebut bersama istrinya SS (40).

"Setelah dilakukan pengembangan kembali, kami mendapat informasi keberadaan SS (40). Tim langsung melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan pelaku," cakapnya.

Pelaku SS (40) berhasil diamankan Tim Opsnal Unit Satreskrim Polsek Senapelan pada Ahad (27/02/2022) sekira pukul 14:30 WIB.

"Dari tersangka berhasil kami amankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam, 1 lembar STNK sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam, 1 unit sepeda motor Honda Spacy (sarana kejahatan), 1 buah kunci T warna hitam," sambungnya.

"Dari hasil pengembangan, pelaku SS dan K ini merupakan Residivis dan baru keluar dari Lapas Bangkinang pada Bulan Desember lalu," pungkasnya.

Dari kejadian tersebut nilai kerugian yang dialami korban di taksir senilai Rp24 juta. Atas perbuatannya tersebut, kini pelaku SS terancam pasal 363 Jo 53 KUHPidana.(clc)




Editor :
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by merdeka24.com
Scroll to top