Sabtu, 3 Desember 2022

Breaking News

  • Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Rokan hilir (Rohil) menggelar pelatihan jurnalistik bagi wartawan, masyarakat serta pelajar di Kota Bagansiapiapi, Selasa (29/11/2022).   ●   
  • Membanggakan, Karateka Beregu Puteri asal Kampar Sabet Juara II di Porprov Riau   ●   
  • Kepsek SMKN 1 Gunung Sahilan Batalkan Permohonan Pindah Guru Sepihak, Ini Sorotan Eva Yuliana   ●   
  • Kepsek SMKN 1 Gunung Sahilan Batalkan Permohonan Pindah Guru Sepihak, Ini Sorotan Eva Yuliana   ●   
  • Penghargaan BKN Award Diterima Bupati Rohil Afrizal Sintong   ●   
Putin Beberkan Pembahasan dengan AS Soal Rusia Gabung NATO
Rabu 23 Februari 2022, 14:55 WIB

Moskow - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengungkapkan bahwa dirinya pernah membahas dengan Amerika Serikat (AS) soal peluang Rusia bergabung dengan aliansi NATO. Pembahasan itu dilakukan dengan mantan Presiden AS, Bill Clinton, tahun 2000 silam.

Seperti dilansir dari situs resmi Kremlin.ru, Rabu (23/2/2022), hal ini disampaikan Putin dalam pidatonya pada Senin (21/2) waktu setempat, ketika dia menyampaikan pengakuan untuk kemerdekaan dua wilayah Ukraina bagian timur yang memicu kecaman global.

Dalam salah satu poin pidatonya, Putin membahas soal ancaman perluasan aliansi NATO terhadap Rusia dan soal alasan Rusia tidak setuju jika Ukraina bergabung dengan aliansi yang didominasi oleh AS tersebut.

Putin kemudian menyinggung soal peristiwa di masa lalu ketika dirinya menanyakan kepada AS soal peluang Rusia bergabung dengan NATO. Video Putin saat menyampaikan pembahasan ini menjadi viral di media sosial, dengan ditonton lebih dari 740.000 hingga berita ini diturunkan.

"Saya akan mengatakan sesuatu yang belum pernah saya katakan di depan umum, saya akan mengatakannya sekarang untuk pertama kalinya. Ketika Presiden AS Bill Clinton mengunjungi Moskow tahun 2000, saya bertanya kepadanya bagaimana perasaan Amerika soal menerima Rusia ke dalam NATO," ungkap Putin.

"Saya tidak akan mengungkapkan semua detail percakapan itu, tapi reaksi terhadap pertanyaan saya, katakanlah, cukup terkendali, dan sikap Amerika yang sesungguhnya terhadap peluang itu sebenarnya bisa dilihat dari langkah-langkah mereka selanjutnya terhadap negara kita," imbuhnya.

"Saya merujuk pada dukungan terbuka untuk teroris di Caucasus Utara, pengabaian terhadap tuntutan dan kekhawatiran keamanan kita, ekspansi NATO yang berkelanjutan, penarikan dari Perjanjian ABM (Perjanjian Antirudal Balistik-red), dan seterusnya. Ini memicu pertanyaan: Mengapa? Ini semua tentang apa, apa tujuannya? Baiklah, Anda tidak ingin memandang kami sebagai teman atau sekutu, tapi mengapa menjadikan kami musuh?" ujar Putin.(dtc)




Editor :
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by merdeka24.com
Scroll to top